Friday, 18 November 2011
Monday, 14 November 2011
Syabab Musafir Kasih

SYABAB,
Lahirmu bagaikan tak berharga,
Kau anak desa yatim tak berbapa,
Kesusahan hidup mendesakmu berdikari,
Dalam keliru kau mencari identiti diri,
Ketulusan jiran mengajarmu kehidupan,
Cabaran berterusan berbuah kematangan.
Wahai SYABAB,
Ketekunanmu mengoborkan cita-cita,
Semangatmu bak api marak menyala,
Kau pemuda harapan,
Sinar menantimu di hadapan,
Bebaskanlah pemuda,
Dari belenggu kejahilan,
Kau mampu berlari kencang,
Mencipta gelombang.
Ayuh, SYABAB..!!
Lakaran Hati
`Aliah
Labels:
Novel Inspirasi
Monday, 17 October 2011
Uban Adalah Penyelamat!!
Tiada yang sia-sia segala yang datang dari Allah, dan uban adalah salah satunya....
Al Baihaqi membawakan sebuah pasal dengan judul “larangan mencabut uban”. Lalu di dalamnya beliau membawakan hadits dari Abdullah bin Umar: Rasulullah s.a.w “Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang beruban – walaupun sehelai – dalam Islam, melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai suatu kebaikan dan akan meninggikan darjatnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Muhammad bin Hibban At Tamimi rahimahumullah – yang lebih dikenal dengan Ibnu Hibban – dalam kitab Sahihnya menyebut tentang “Hadits yang menceritakan bahwa Allah akan mencatat kebaikan dan menghapuskan kesalahan serta akan meninggikan darjat seorang muslim kerana uban yang dia jaga di dunia.” Lalu Ibnu Hibban membawakan hadits berikut.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah s.a.w, “Janganlah mencabut uban kerana uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu darjat.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
Jadi, terimalah takdir Allah atas warna rambut kita itu. Karena takdir itu pastilah memberi hikmah yang besar bagi kita, di dunia dan juga di akhirat. Karena segala sesuatu yang terjadi atas diri kita, atas kehidupan ini, pasti ada hikmah disebaliknya. Sehingga atasnya akan terlihat hikmah dan fakta bahwa segala yang datang dari Allah tiada yang sia-sia.
Al Baihaqi membawakan sebuah pasal dengan judul “larangan mencabut uban”. Lalu di dalamnya beliau membawakan hadits dari Abdullah bin Umar: Rasulullah s.a.w “Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang beruban – walaupun sehelai – dalam Islam, melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai suatu kebaikan dan akan meninggikan darjatnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Muhammad bin Hibban At Tamimi rahimahumullah – yang lebih dikenal dengan Ibnu Hibban – dalam kitab Sahihnya menyebut tentang “Hadits yang menceritakan bahwa Allah akan mencatat kebaikan dan menghapuskan kesalahan serta akan meninggikan darjat seorang muslim kerana uban yang dia jaga di dunia.” Lalu Ibnu Hibban membawakan hadits berikut.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah s.a.w, “Janganlah mencabut uban kerana uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu darjat.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
Jadi, terimalah takdir Allah atas warna rambut kita itu. Karena takdir itu pastilah memberi hikmah yang besar bagi kita, di dunia dan juga di akhirat. Karena segala sesuatu yang terjadi atas diri kita, atas kehidupan ini, pasti ada hikmah disebaliknya. Sehingga atasnya akan terlihat hikmah dan fakta bahwa segala yang datang dari Allah tiada yang sia-sia.
Lakaran Hati
`Aliah
Labels:
Penghayatan
Wednesday, 5 October 2011
Setanggi Kalbu Harraz

Sebuah novel yg pstinya akan mmbuat pmbaca merasakan kalbu wtk utama dlm novel ini srta akan melahirkan sntuhan yg mndlm melalui cerita yg tersiratnya sebuah kegembiraan dan kesedihan..
SINOPSIS
Menghabiskan pelajar SMKA Maahad Hamidiah, Kajang, Ahmad Harraz Maulawi yang mempunyai keistimewaan tersendiri yakni, aura suara yang menyihir sesiapa yang mendengarnya. Bersama Aiman, Fayyadh, Ustaz Nafis dan kumpulan Usratul Firdausi, mereka melakar kejayaan demi kejayaan dalam perjuangan menyemarakkan nasyid.
Keikhlasan Qarihatun Naurah mentransformasikan Harraz, namun, seseorang telah tersemai kesumat dengki kepada Harraz menyebabkan kecoh di Maahad Hamidiah. Berkat kesabaran, kebenaran dan keyakinan, perdamaian dicapai. Harraz dan enam sahabat mengemudi Imam Qurtubi melayari kehidupan seterusnya.
Ujian Maha Hebat melanda. Antara impian dan hasrat. Orang terayang berada di ambang perjalanan abadi. Harraz terus meminta ihsan Ilahi. Dengan izin Allah, rayuannya diterima. Lalu dia mengerti nikman kehidupan di muka bumi Allah. Menjadikan tautan mahabbah dengan orang tersayang lebih erat, lebih bermakna. Fitrah seorang insan. Kalbunya berhk menyukai dan nawaitu ikhlas. Dapatkah dia menggapai impian untuk mengikut jejak ikon nasyidnya - Almarhum Ustaz Asri, Sami Yusuf atau Ahmed Bukhatir?
Lakaran Hati
`Aliah
Labels:
Novel Inspirasi
Tuesday, 4 October 2011
Ujian Kehidupan

Detik demi detik berlalu tanpa menunggu,
arus kehidupan terus menghempas tidak mengenal erti belas & kasihan,
Pelbagai ranjau berduri yang telah ku harungi,
sesekali terasa resah memikirkan ujian yang akan tiba,
tidak sedikitpun akan terlepas darinya,
seringkali aku memujuk diri,
agar terus tabah & sabar menghadapinya,
Alhamdulillah..
sehingga kini aku masih teguh berdiri,
walau gelombang tidak henti-henti menghiasi,
aku tahu setiap kehidupan pasti ada cabaran yg menanti,
setiap ujian tersirat hikmah disebaliknya,
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
"Dan sungguh akan Kami berikan cubaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk" (QS. al-Baqarah: 155-157)
Lakaran Hati
`Aliah
Labels:
Luahan Hati
Sunday, 2 October 2011
Mengapa Lidah Kelu Ketika Nazak
Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud:
"Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya." Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang. Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati azan.
"Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya." Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang. Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati azan.
Lakaran Hati
`Aliah
Labels:
Penghayatan
Subscribe to:
Posts (Atom)




